Minggu, 17 Agustus 2014

Wawancara Duff McKagan dengan Inked Magazine (Juni 2012)



Tahun 1984, Duff McKagan hanya seorang bocah punk dari Seattle, mengendarai Ford tuanya ke LA, mencoba lari dari kepungan obat bius di Northwest dimana dia bermain drum, gitar dan bass di band2 seperti Fastback dan Ten Minute Warning. Seminggu kemudian, masih tinggal di mobilnya, dia menjawab sebuah iklan yang mencari pemain bass. Iklan tersebut dipasang oleh seseorang bernama Slash. Kelanjutannya adalah sebuah sejarah – Guns N’ Roses menciptakan saah satu album terbaik sepanjang masa.

Duff McKagan yang pada tahun 1994 pernah masuk rumah sakit karena menderita penyakit pankreas akibat ketergantungan alkohol, mengkonsumsi minuman keras secara ekstrim dan penggunaan obat bius selama bertahun2, akhirnya sadar dan bahkan sempat menyelesaikan kuliah sebelum akhirnya membentuk Velvet Revoler bersama Slash dan menjadi seorang kolumnis untuk Seattle Weekly dan ESPN. Cerita mengagumkan dari seorang Duff McKagan ini dikisahkan dalam autobiografi-nya: It’s So Easy and Other Lies.

Dan berikut percakapan Duff McKagan dengan Inked Magazine, majalah tentang tato

Bagaimana kamu mengetahui bahwa kalian (Guns N’ Roses) dinobatkan di Rock and Roll Hall of Fame?
Itu tidak seperti seseorang dengan menggunakan sarung tangan putih dan tuxedo mengantarkan amplop berbalut beludru ke rumahku. Sama sekali tidak seperti itu, aku mengetahui tentang Rock and Roll Hall of Fame dari seseorang yang meneleponku setelah dia melihatnya di internet. Aku bahkan tidak tau berdasarkan apa proses seleksinya. Itu bukan seperti sebuah persaingan dalam olah raga, seperti kamu seorang pemain baseball dengan pertandingan sepanjang masa yang melebihi rata-rata. Itu adalah tentang sebuah momen kecil dari kegembiraan seorang seniman, dimana orang-orang yang ingin melihat bandmu, perlahan-lahan menjadi semakin banyak dan banyak lagi, itulah pengalaman berkesannya. Tapi aku tau aku akan berada disana suatu saat, karena aku ada disana ketika Van Halen di induksi – hanya dua orang yang tampil dan fans begitu membludak. Aku menghargai betapa fans telah mendukung kami selama ini, jadi setidaknya yang dapat kulakukan adalah aku datang ke acara itu.

Bagaimana rasanya mendengar tentang Hall of Fame dibandingkan dengan mengetahui bahwa kalian ada di nomor satu dengan Appetite for Destruction?
Itu juga bukan moment yang besar. Kami sedang dalam tur dan bekerja. Kami tinggal di dalam bus bersama dengan kru kami, menghasilkan seratus Dollar seminggu dan kami tidak bisa lebih bahagia lagi. Tidak ada internet atau ponsel – setidaknya tidak seorangpun tau kami telah berada di nomor satu, bahkan manager tur kami. Kami mengetahuinya karena label rekaman mengirimkan salah satu perwakilan mereka untuk menyusul bus kami dengan membawa kue. Dan dikue tersebut tertulis “You’re Number One” dan kami seperti… uh, wow, ok kita mendapatkan kue, itu keren tapi kami tidak mengerti apa artinya. Sama dengan Rock n Roll Hall of Fame-aku tidak benar2 mengerti apa artinya  

Kamu menulis biografimu sendiri. Jadi bagaimana saat2 ini dibandingkan ketika kamu tau bukumu menjadi best seller New York Times?
Itu hanya karena aku lebih baik dibanding sebagian orang dalam hal sebagai penulis dan pernyataan2ku juga lebih baik – hanya 16 buku lain yang lebih baik pada minggu itu. Dan aku bahkan tidak mendapatkan kue.
Dalam bukumu kamu berkata bahwa kamu mendapatkan tato pertamamu setelah Guns N’ Roses mendapat kontrak rekaman. Apa yang membuatmu menandai peristiwa itu dengan cara seperti itu?
Sekarang ini semua orang punya tato dan semua orang berduit, tapi di tahun 1986, ketika kami mendapat kontrak, aku hanya kenal beberapa orang yang punya tato-dan sepertinya mereka masing2 hanya punya satu tato Axl punya satu, Izzy punya satu. Dan itu seperti “Sialan, itu keren!” Tapi sebuah tato bernilai 300 Dollar- Itu terlalu mahal bagiku. Saat itu aku harus memilih antara membayar sewa tempat tinggal atau membuat tato. Aku tidak bisa melakukan kedua2nya. Jadi ketika aku mendapatkan uang dari kontrak rekaman, aku tau aku akan membuat tato. 

Tato pertamamu –otomatis- dua pistol dan sebuah mawar. Berapa lama kamu membuat tato berikutnya?
Seminggu kemudian – tapi aku tidak ingat saat membuatnya. Masalahnya kami merasa senang setelah menandatangani kontrak. Secara tiba2 aku mempunyai 7,500 Dollar di sepatu bootku. Aku membayar biaya sewa tempat tinggal tiga bulan dimuka dan membeli beberapa boots koboi baru dan beberapa celana panjang dan dengan semua uang yang kupunya itu aku bisa membeli minuman untuk semua teman2ku. Suatu pagi aku terbangun di apartemen seseorang dengan rasa sakit pada lengan kanan. Dan aku telah mendapatkan tato keduaku-sebuah belati.
Ketika aku mempunyai tato di dua lenganku aku merasa seimbang. Tapi ketika kamu memiliki tato disatu lengan saja rasanya tidak seimbang. Jadi kamu harus punya dua tato. Tapi kemudian aku merasa seolah2 tato yang di lengan kiri tidak cukup besar. Jadi aku membuat tato ketiga. Itulah tato “Carpe Diem”-ku yang ada dibawah tato pertamaku. Dan hal itu membuatku merasa tidak seimbang lagi, jadi kemudian aku membuat tato seekor naga di lengan kananku dan naga itu mengelilingi belati kebawah. Begitu aku membuat tato naga itu, aku butuh sesuatu pada punggungku. Jadi aku membuat bunga Jepang oleh seseorang yang terkenal dengan tato bunga chrisan dan teratainya. Kemudian aku berhenti sejenak.

Kapan kamu membuat tato lagi?
Setelah aku menjadi bersih dan aku mengambil displin ilmu martial arts yang disebut Ukidokan, aku membuat simbol Ukidokan di punggungku. Aku ingin menempatkannya di punggung bawahku tapi aku berpikir itu akan seperti wanita nakal jadi aku membuatnya di tengah2 punggungku.  Rasanya sakit sekali. Tato itu dibuat oleh Mark Malone. Itu tato dengan satu jarum dan rasanya menyakitkan sekali. Tato itu bagus karena sangat detail tapi bung, punggungmu diseberang tulang rusuk, rasanya sakit sekali. Dan aku harus duduk berjam2 juga - enam jam

Salah satu hal yang kamu diskusikan di bukumu adalah perbedaaan antara rasa sakit yang baik dan rasa sakit yang buruk. Bagaimana kamu membedakannya?
Ketka aku masih anak2 sekitar umur 9, 10, 11, aku dibingungkan oleh seseuatu di rumah. Dan selama periode itu aku bermain peewee football. Ketika seseorang di tim kami akan keluar, ada sebuah bukit curam disamping tempat latihan dan kami harus lari menuju puncak bukit. Aku menjadi terangsang dengan rasa sakit itu. Rasa sakit itu mengeluarkanku dari situasi yang ada. Bahkan di usia semuda itu, aku bisa melihat nilai dari rasa sakit akibat suatu kondisi fisik. 10 tahun kemudian aku tidak bisa beranjak lebih jauh dari kondisi itu dan aku mulai lari ke rasa sakit yang lain. Tapi aku tau aku tidak nyaman dengan itu. Aku menjadi panik – bentuk lain dari rasa sakit, rasa takut- dan aku mengobatinya. Ketergatunganku berlebihan. Aku banyak minum, menggunakan obat bius dan mulai mendapatkan rasa sakit di ginjalku, kulitku mengelupas, kakiku retak, hidungku berdarah dan tulang hidungku juga terbakar, dan banyak hal semacam itu. Kemudian pada akhirnya itu semua semakin memburuk ketika pankreasku meledak. Rasa sakitnya luar biasa- melebihi yang bisa kujelaskan. Ketika aku keluar dari rumah sakit, kupikir aku akan mencoba kembali ke rasa sakit fisik itu. Aku tau itu rasa sakit yang baik. 

Rasa sakit karena tato termasuk rasa sakit yang baik atau buruk?
Rasa sakit karena tato adalah rasa sakit yang baik. Bagi sebagian banyak orang, itu adalah kesenenangan mereka. Mau duduk berlama2 untuk mendapatkan tato di punggung yang tak seorangpun akan melihatnya. Orang2 ketagihan dengan rasa sakit itu. Aku tidak pernah ketagihan dengan rasa sakit itu tapi aku menghargainya, karena setiap bagian – khususnya sejak aku menjadi bersih – adalah seseuatu yang kupikirkan. Khususnya dalam seni perang yang bagiku menjadi paralel dengan kesadaranku, aku menghormati rasa sakit itu. Itu bukan sesuatu yang akan mengalahkanku dan aku akan menungganginya. Ketika aku mendapatakan logo Ukidokan, tato itu sempurna karena aku membuatnya di Mark Mahoney dan dia menggunakan satu jarum.  

Kamu punya band solo, Loaded dan ada Velvet Revolver. Kamu sempat bermain di Alice in Chains dan Jane’s Addiction, kamu selalu punya proyek sampingan. Ketika kamu menulis lagu, bagaimana kamu menentukan lagu mana untuk proyek yang mana?
Ketika VR aktif, aku menulis lebih banyak riff untuk VR. Aku tidak bisa mengatakan kenapa riff selalu berbeda untuk setiap hal yang berbeda. Ada perbedaan besar antara menulis dengan melodi di kepalamu dan menulis dengan lirik kemudian mengartikulasikan lirik itu sambil memainkan riffnya. Untuk Loaded, kadang2 aku harus menyederhanakan permainan gitarku jika aku tidak bisa memainkan riff itu sambil menyanyi. Itulah sebabnya aku tidak memainkan bass di Loaded. Ada beberapa orang yang dapat melakukan itu dengan baik, seperti Sting dan Giddy Lee-mereka dapat bernyanyi sambil memainkan semua part bass-tapi itu bukan keahlian naturalku. Pada akhirnya aku berpikir banyak dan aku sama sekali tidak menyukainya. Aku suka bermain musik dan menjadi bagian dari pengalaman dalam hidup itu, tapi aku tidak suka memikirkan apa yang sedang kulakukan.

Kamu telah menghabiskan banyak waktu memikirkan hidupmu demi bukumu. Ada yang kamu pelajari tentang dirimu?
Well, dengan semua keberhasilan di hidupmu, kamu selalu ingin mengingatnya dan mengatakan bahwa kamu sangat terkait erat dengan itu. Tapi dengan kegagalan, kamu tidak ingin mengingatnya. Dan kebenarannya adalah – dan ini muncul lewat menulis – kamu harus menyeimbangkannya. Mungkin kamu juga banyak berhubungan dengan hal2 buruk. Jika melihat kebelakang, aku dapat melihat hal2 yang telah kulakukan, dengan cara yang berbeda. Dan hal2 baik? Hei mungkin aku tidak menuliskan semuanya dan mungkin aku bukan pemimpin seperti yang kupikir, tapi tidak apa2. Itu tidak akan menjadi pengganjal. Itu menguatkanmu. Kamu merasa lebih lega karena kamu mengeluarkannya. Aku merasa 300 pouns lebih ringan setelah semua pemikiranku itu keluar. Dalam kasusku, sekedar mengatakan, “Inilah kebenarannya” itu sudah menguatkanku dan membuatku sedikit lebih percaya diri.

Apakah pencarian dalam It’s So Easy menolongmu mengatasi masa lalumu yang berantakan?
Bagi beberapa orang yang mengalami begitu banyak pemberitaan palsu dan harus hidup dengan semua beban itu, kamu hanya harus menenangkan dirimu untuk berdamai dengan situasi. Pada akhirnya, aku berdamai dengan diriku sendiri. Aku menulis tentang bagianku di Guns dan VR dan tentu saja membicarakan keadaan terkait band-karena keadaan itu yang membentukku. Tapi tak seorangpun punya alasan untuk selalu membawa beban. Pertama kali aku bertemu Axl kembali di tahun 2010, ketika aku sedang menulis buku, itu benar2 sebuah kejutan yang tak seorangpun akan memikirkannya. Faktanya aku senang kami bisa bertemu beberapa kali selama beberapa tahun belakangan ini. Itu hanya masalah waktu. Band tersebut dalam banyak cara telah menghambat kelima personil original – kami terhambat dalam kemampuan kami berkomunikasi. Kadang aku harus tertawa, “Ayolah” tapi menyedihkan juga mengetahui beberapa orang tidak dapat berdamai. Kami tidak pernah berhasil makan malam bersama untuk mengatakan, lihat kekacauan yang telah kita lakukan. Saat itu kami tidak melakukannya dan sampai sekarangpun tidak pernah.      

Ada rencana untuk membuat tato lagi?
Putriku ingin aku membuat tato anjing kami sedang makan Chinese Food dengan sumpit. “Ayolah yah, lakukan itu.” Jadi mungkin itu akan jadi tato berikutnya. Meskipun sebenarnya aku tidak suka membuat tato yang konyol. Saat ini di Seattle tampaknya semua orang suka melakukan hal2 seperti seekor monyet menunggangi anjing dengan duduk di sadel. Mike Squires, lead gitaris di Loaded punya seekor banteng, dia seorang matador. Kamu tau, aku mencoba menghindari memakai simbol Mickey Mouse, Tweety Bird, Superman, Dungeons & Dragons atau hal2 yang berbau fantasi lainnya. Jadi aku tidak yakin aku akan menggunakannya sekarang. Meskipun membuat tato seorang Viking membawa serigala yang menggeram dengan rantai… itu akan keren 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar